Seminar Menghadapi Bencana Siklon Tropis
Seminar Menghadapi Bencana Siklon Tropis
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik (HATHI) Cabang Solo bermaksud menyelenggarakan Seminar dengan tema “Menghadapi Bencana Siklon Tropis”.
Seminar tersebut sebagai langkah awal untuk dapat menggandeng seluruh unsur baik pemerintah maupun non pemerintah untuk dapat bersama-sama memahami dan mempelajari fenomena bencana Siklon Tropis serta bagaimana memitigasi bencana tersebut.
Sebagaimana diketahui pada akhir Tahun 2025 hingga saat ini terjadi bencana yang mengakibatkan banyak kerugian baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur serta lingkungan.
Mengutip dari tulisan Guru Besar Fisika Atmosfer, Departemen Fisika, Universitas Andalas, Prof. Marzuki menyampaikan bahwa menurut lembaga kajian ekonomi dan hukum Center Of Economics and Laws Studies menafsir kerugian ekonomi akibat bencana Sumatera tersebut merugikan sebesar Rp 68,67 Triliun. Pada akhir November 2025, terdapat setidaknya tiga faktor utama yang secara bersamaan menyebabkan melimpahnya uap air di atmosfer wilayah Indonesia khususnya Sumatera.
Faktor pertama ialah Cold Surge atau seruakan dingin. Faktor kedua adalah La Nina, yaitu fenomena iklim global yang ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik. Faktor ketiga ialah Indian Ocean Dipole (IOD) yaknik fenomena iklim di Samudera Hindia yang ditandai oleh perbedaan suhu permukaan laut antara bagian barat dengan bagian timur. Ketiga fenomena tersebut terjadi secara bersamaan saling memperkuat dan menciptakan situasi yang sangat kondusif untuk pembentukan hujan ekstrim. Kondisi itu diperparah oleh faktor lain yaitu pergeseran zona konfergensi antartropis (Intertropical Convergence Zone) kearah selatan mendekati katulistiwa pada November 2025 (Media Indonesia, 8 Desember 2025).
Menurut ahli iklim dan cuaca ekstrim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Erma Yulihastin mengungkapkan bahwa deforestasi disejumlah wilayah Sumatera diduga menyebabkan pergerakan badai tropis sehingga lebih sering melipir ke daratan dan meningkatkan dampak cuaca ekstrim. Prof. Erma menyebut bahwa fenomena ini diperkuat oleh kombinasi pemanasan permukaan laut dan berkurangnya tutupan hutan di pesisir. Ia menekankan fenomena ini tidak bisa lepas dari perubahan iklim dan deforestasi (NU Online, 18 Desember 2025).
Berdasarkan informasi Situation Report dari Human Initative menjelaskan bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November 2025 telah menyebabkan dampak yang sangat besar. Penyebab utama banjir disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berhubungan. Curah hujan ekstrem menjadi penyebab utama, dengan wilayah Sumatra bagian utara mengalami hujan terus-menerus selama beberapa hari. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di beberapa daerah bahkan mencapai lebih dari 300 milimeter dalam sehari. Fenomena atmosfer seperti Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka juga berperan dalam meningkatkan intensitas hujan. Kecepatan angin yang tercatat mencapai 80 km/jam, yang memperkuat suplai uap air ke kawasan tersebut. Selain faktor cuaca, kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan menjadi faktor penting yang memperburuk dampak banjir. Wakil Menteri Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa penurunan tutupan vegetasi mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air, sehingga air hujan langsung mengalir ke sungai dan memicu terjadinya banjir (Human Initative, 16 Desember 2025).
Dengan mengetahui dan memahami karakteristik Siklon Tropis tersebut diharapkan seluruh elemen masyarakat bergegas untuk melakukan mitigasi dengan aksi nyata.
Kegiatan Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) mengusung tema “Menghadapi Bencana Siklon Tropis”.
📝 Pendaftaran: https://bit.ly/PendaftaranSeminarHATHISolo atau scan barcode pada leaflet di atas. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi sdr. Fendy (082137617007).
Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan pada hari Sabtu tanggal 28 bulan Februari tahun 2026 bertempat di Ruang Multimedia Fakultas Teknik UNS dan Hybrid melalui Zoom Meeting.